He Died For His Sister

Gambar

Tanggal 07 April 2014, keluarga gue dilanda kesedihan yang luar biasa, karena telah kehilangan satu anggota keluarga yang meninggal. Sampai sekarang pun, nyokap masih terus menduga-duga penyebab kematiannya.

Dia bernama Sungsang. Dia lahir tanggal 06 Januari 2014, dan dia terlahir kembar bersama dengan saudara perempuannya, yang bernama Cikimil. Ketika mereka berdua lahir, anggota keluarga gue bertambah lagi dengan kehadiran mereka berdua, dan otomatis membuat suasana rumah jauh lebih ramai dari sebelumnya.

Gambar

Ah, senengnya….

 

Meskipun kembar, Sungsang dan Cikimil sifatnya tuh berbeda banget. Cikimil jauhh lebih pendiam dan susah di ajak main ketimbang Sungsang. Itu sebabnya, keluarga gue–khususnya nyokap– lebih seneng sama Sungsang ketimbang Cikimil. Bukannya pemilih, tapi Cikimil itu emang susah di deketin. Gitu.

Selama hidupnya, Sungsang itu Hyperactive banget alias enggak bisa diem. Urusan makanan, Sungsang jauhh lebih rakus daripada Cikimil. Makanya, tubuh Sungsang lebih gemuk daripada saudara kembarnya. Ketika di gendong, Sungsang itu enggak rewel, malah kesannya dia menikmati banget. Kalau Cikimil, di gendong sebentar aja udah langsung menggeliat kayak cacing kepanasan.

Itu Sebabnya kenapa keluarga gue jauh lebih seneng sama Sungsang.

Tapi,ada satu hal yang bikin gue merasa sedih dari Cikimil. Ada satu momen, dimana gue-nyokap-kakak lagi asyik main sama Sungsang, gue iseng melirik ke arah Cikimil, dan hal yang gue lihat adalah Cikimil lagi duduk di pojokoan deket pintu lalu menatap nanar ke arah gue. Dan dari mimik wajah Cikimil, seolah dia mau bilang;

Gambar

Aku kesepian. Aku juga mau diajak bermain kayak Sungsang. 

Ya Allah, sedih banget gue lihatnya.

Dan kejadian itu beberapa kali sering terjadi–Cikimil merasa kesepian–. Gue pun akhirnya mencoba buat main bareng sama Cikimil, tapi tetep aja dia itu susah bangettt buat di ajak main. Akhirnya gue pun nyerah, dan sekarang giliran nyokap yang ngajak main Cikimil. Tapi hasilnya?

Gambar

Sama aja.

Hari demi hari, tingkah laku Sungsang semakin menggemaskan. Setiap pagi, wajah Sungsang ya ceria selalu bikin hari-hari di keluarga gue menjadi lebih berwarna. Sampai pada akhirnya, hari Senin, tepat pukul 08.00, tetangga gue yang bernama Zahra, memanggil-manggil nama kakak gue beberapa kali dari luar pagar rumah;

” ka Chandra! ka Chandra! ”

Karena waktu itu gue lagi Sekolah, dan abang gue lagi tidur, akhirnya nyokap yang keluar buat nemuin Zahra.

” kenapa, Zahra? ”

Zahra menunjuk ke arah depan perkarangan rumahnya yang bersebalahan persis dengan rumah gue. ” itu tante, kucingnya… ”

” Mati, ya? ” potong nyokap.

” Iya tante. Itu kucingnya kelindes kayaknya , terus ada yang buang di depan rumah aku ”

Nyokap enggak mau lihat ke arah perkarangan rumah Zahra, karena nyokap gue membayangkan kalau kondisi kucing itu kepalanya udah hancur karena kelindes sampai kedua matanya keluar. Aduh, gue ngeri gue ngebayanginnya.

Dan yang lebih sedih lagi, kucing yang mati itu adalah Sungsang. Kucing kesayangan keluarga gue.

Akhirnya, Sungsang pun di kubur sama nyokap di halaman rumah gue. Tapi untungnya, kondisi tubuhnya si Sungsang masih utuh dan enggak seperti pemikiran nyokap gue yang sebelumnya. Kondisi Sungsang setelah meninggal cukup menyedihkan, sih. Dari kupingnya, keluar darah kental dengan mulut sedikit terbuka dan kedua matanya mendelik ke atas. Nyokap cuma bisa nangis pas mengubur Sungsang. Dan satu kalimat nyokap pas mau mengubur jasad Sungsang dengan tanah;

 

Gambar

Istirahat yang tenang ya, sayang. Mama sayang sama Sungsang.

Semenjak kematiannya Sungsang, seluruh perhatian keluarga gue jadi ke Cikimil. Saking takutnya, nyokap gue enggak bolehin Cikimil keluar dari rumah lebih dari sejam karena takut meninggal kayak Sungsang. Pokoknya, Cikimil jadi bener-bener terlindungi banget.

Dan sejak saat itu, Cikimil jadi mau di ajak main dan jauh lebih ramah. Dia mau di gendong dan enggak susah lagi kalau mau di ajak main. And She’s look more happy than before, after Sungsang was passed away.

 

 

Selamat jalan kucing kecilku, Sungsang.

 

 

 

 

Iklan

Udah selesai dibaca? Okedeh, silahkan di komen, ya!:)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s